Senin, 27 Agustus 2012

Pelajar wonosalam selamatkan Mata Air dengan tanam pohon Kemiri



Di tengah anak  - anak muda lainnya sibuk merayakan hari valentine dengan pasangan mereka, berbeda dengan 75 pelajar dari Madrasa Aliyah FASER Panglungan Wonosalam Jombang dan MTsN Panglungan . Senin, 14 februari 2011, 75 pelajar membawa 100  pohon kemiri untuk di tanam disekitar mata air sumber mbeji yang menjadi sumber air bagi masyarakat desa panglungan.imam  Machfud siswa kelas X MA FASER  selaku kordinator kegiatan mengatakan bahwa  pohon kemiri yang mereka tanam merupakan jenis tanaman yang banyak menghasilkan air, sehingga sangat  sesuai kalau di tanam di sekitar mata air. Selain sebagai penyuplai air , kemiri juga bermanfaat untuk peningkatan ekonomi masyarakat, batangnya tidak laku untuk dijual serta daunnya tidak bisa di makan oleh kambing, sehingga kalau kita menanam pohon kemiri manfaatnya sangat banyak dan tidak rawan untuk di tebang karena hanya buahnya yang akan di manfaatkan oleh masyarakat setempat. Selama 1 tahun terakhir berdasarkan penelitian padepokan Wonosalam Lestari menunjukkan bahwa jumlah mata air yang ada di kecamatan wonosalam hanya tinggal 44 mata air yang tersebar ke 9 Desa yang ada di kecamatan Wonosalam. Dalam kegiatan penanaman juga di hadiri Eddy Sumiarsono KaBid Konservasi Badan Lingkungan Hidup Jombang.  Eddy mengatakan bahwa menjaga hutan sangat penting untuk ketersediaan air bagi masyarakat sekitar, beliau juga mengatakan bahwa sebagai anak – anak muda harus senang melakukan penghijauan karena akan sangat bermanfaat bagi masa depan kita nantinya. Sementara itu Ir. Muklas basah selaku guru pembimbing Madrasah Aliyah FASER mengatakan bahwa sekolah saat ini tengah mengadopsi hutan desa seluas 2,5 Hektar yang berada di tengah – tengah desa untuk di jadikan laboratorium alam bagi sekolah. Di sini anak – anak bisa belajar mengenai tumbuhan dan pohon – pohon yang berada di sekitar mata air sambil menyelamatkan hutan supaya tidak di rusak oleh masyarakat sini, tambah muklas. Hutan mbeji merupakan sumber air yang menjadi pasokan bagi 100 KK dusun sranten di Desa Panglungan Wonosalam, selama ini masyarakat juga masih menggunakan kearifan lokal untuk menyelamatkan Hutan mbeji.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar